<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.6" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Begalor.com - Media Budaya Belitung</title>
	<link>http://begalor.com/online</link>
	<description>Media Budaya Belitung</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Feb 2010 08:43:55 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Semalam Di Babel Kritikan Membangun Lewat Budaya</title>
		<description><![CDATA[Begalor.com Jakarta. Babel semula di bawah Sumatra Selatan  terbentuk  menjadi Profinsi yang ke 31 berdiri tahun 2000, Maka sejak itu Babel berbenah diri untuk melakukan percepatan pembangunan disegala bidang termasuk ke Parawisataan yang akan menjadikan Profinsi ini sejajar dengah Profinsi Bali, Lombok ataupun Raja Empat  yang sudah terkenal di Mancanegara. Visit Babel 2010 adalah tonggak [...]]]></description>
		<link>http://begalor.com/online/2009/12/semalam-di-babel-keritikan-membangun-lewat-budaya/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Konser</title>
		<description><![CDATA[Bertanjuk semalam di Babel Rabu 22 –Des- 2009 lalu  diadakan di  Jakarta Convention center merupakan pegelaran pertama kali yang dilakukan Profinsi babel untuk menarik minat masyarakat luar melihat Profinsi ini lewat Budaya. 
Pegelaran yang terdiri dari musikalisasi Drama diiringi okestra Tengku Ryo Rezqan sarat dengan nuansa sentuhan keritikan terhadap perkembangan pembangunan dan pelestarian Budaya di Babel.
Negeri [...]]]></description>
		<link>http://begalor.com/online/2009/12/konser/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Nasibmu Suku Sawang , Nasibmu Nelayan Pesisir Belitong</title>
		<description><![CDATA[Begalor.com Belitung Perhelatan tiap tahun yang selalu dilakukan Suku Laut atau yang lebih dikenal Suku Sawang adalah Buang Jong, dimana ritual ini merupakan selamatan atau Syukur atas karunia laut yang di berikan sang pencipta kepada Suku Sawang dan Masyarakat Nelayan  Belitong.
Buang Jong menjadi daya pikat tersendiri bagi Wisatawan yang mengunjungi Belitung sebab aktraksi buang Jong merupakan Ritual yang [...]]]></description>
		<link>http://begalor.com/online/2009/12/nasibmu-suku-sawang-nasibmu-nelayan-pesisir-belitong/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Bagaimana Menerbitkan Novel Lokal</title>
		<description><![CDATA[Begalor.com Belitung. Apa yang tersisa dari Bangka Belitung jika sumber daya alam berupa tambang habis, Pertanyaan inilah yang ada dalam pikiran Masyarakat Bangka Belitung saat ini.
Kekayaan alam yang di berikan Tuhan tidak terbatas hanya dari Tambang, Namum Inteletualitas Masyarakat Babel merupakan kekayaan yang tak terbatas. Hal ini di bahas oleh Syahrial pengamat Budaya Pulau Belitung [...]]]></description>
		<link>http://begalor.com/online/2009/12/novel-kekayaan-intlektual/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Bagaimana Menerbitkan Buku</title>
		<description><![CDATA[Caroline perwakilan Penerbit Hikmah yang menerbitkan Novel Yin Galema, Membuka pandangan bagi masyarakat Belitung yang ingin menulis Buku Novel untuk di terbitkan di Group Mizan bagaimana menerbitkan Buku Novel ini, Hal ini tentulah sangat menarik  Bagi Para Pelajar dan Mahasiswa Pulau Belitung yang banyak hadir di acara Bedah Buku Yin Galema . Bukan tidak mungkin [...]]]></description>
		<link>http://begalor.com/online/2009/12/bagaimana-menerbitkan-buku/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Sejarah Pekerja Tambang Teonghoa Malaysia Hingga Belitung</title>
		<description><![CDATA[Begalor.com Jakarta. Malaysia sejak Akhir abad ke 17 sudah memulai mengelolah timah. Sedangkan Indonesia timah mulai dikelolah sejak abad ke 18 penambangan ini merupakan penambangan tertua di Indonesia maupun Malaysia.
Imigran Tionghoa berdatangan ke Malaysia dan menetap di Perak.  Salah satu Pemimpin Cina yang terkenal Ah Chung Qwee.Their yang berkontribusi mendatangkan tenaga kerja ke Malaysia Pada [...]]]></description>
		<link>http://begalor.com/online/2009/11/pekerja-tambang-timah-malaysia-hingga-belitung/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Malaysia sejak Akhir abad ke 17</title>
		<description><![CDATA[sudah memulai mengelolah timah. Sedangkan Indonesia timah mulai dikelolah sejak abad ke 18 penambangan ini merupakan penambangan tertua di Indonesia maupun Malaysia.
Imigran Tionghoa berdatangan ke Malaysia dan menetap di Perak. Pada tahun 1872, jumlah pekerja yang didatangkan sekitar 40.000. Tahun 1883, Malaysia menjadi produsen timah terbesar di dunia.  Hingga akhir abad-19 memasok sekitar 55% timah [...]]]></description>
		<link>http://begalor.com/online/2009/11/malaysia-sejak-akhir-abad-ke-17/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Harta Karun Pulau Belitong</title>
		<description><![CDATA[Begalor.com Jakarta. Terkubur didasar laut berabad-abad lampau,Tang Kargo kapal karam di perairan Belitung terkuak, intrik seputar harta karun yang diangkat Tilman dari kawasan Pulau Belitung pada 1998. Pernah menjadi sajian media asing. seperti, harian Hong Kong The South China Morning Post.
Pengangkatan Tang Kargo dimulai pada pertengahan 1998 dan berakhir April 1999. Proyek pengangkatan ini sempat [...]]]></description>
		<link>http://begalor.com/online/2009/11/harta-karun-pulau-belitong/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Yin Galema Hadirkan Kearifan Lokal Di Mall</title>
		<description><![CDATA[Begalor.com Bandung Bagaimana jadinya jika sebuah Film Dokumenter, Photografi, di gabung dalam diskusi Buku, “ Nah hal ini terjadi di Bandung Indah Plaza 7 Oktober 2009 lalu dalam diskusi Bedah Buku Novel Yin Galema&#8221;.
Para pengunjung tidak hanya mendapatkan sebuah ulasan buku novel yang menarik namum juga visual yang di hadirkan dalam kemasan multimedia pengabungan Photografi [...]]]></description>
		<link>http://begalor.com/online/2009/11/bedah-buku-yin-galema-hadirkan-kearifan-lokal-di-mall/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Mengulas Sejarah</title>
		<description><![CDATA[di bahas dikota Bandung dalam rangka Roadshow bedah buku Yin Galema di lima kota di Indonesia, Kota Bandung adalah kota pertama yang di jajaki oleh team bedah buku Novel Yin Galema. Tampat yang di Jadikan untuk bedah buku Novel ini adalah Bandung Indah Plaza,
Seniman Koreografer Sulaiman mengapresiasikan gerakan sebuah tarian kebebasan Burung Hong di Novel [...]]]></description>
		<link>http://begalor.com/online/2009/11/menulas-sejarah/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
