Yin Galema Hadirkan Kearifan Lokal Di Mall

Begalor.com Bandung Bagaimana jadinya jika sebuah Film Dokumenter, Photografi, di gabung dalam diskusi Buku, “ Nah hal ini terjadi di Bandung Indah Plaza 7 Oktober 2009 lalu dalam diskusi Bedah Buku Novel Yin Galema”.

Para pengunjung tidak hanya mendapatkan sebuah ulasan buku novel yang menarik namum juga visual yang di hadirkan dalam kemasan multimedia pengabungan Photografi dan Film Dokumenter tentang sebuah kearifan lokal memulut burung Punai menjadi hal yang beda dalam diskusi-diskusi buku Novel sastra sebelumnya.

Memulut adalah menjebak burung punai sejenis Burung Merpati yang dilakukan oleh  Masyarakat Pulau Belitung sejak lama. Dimana kegiatan ini di jadikan salah satu adegan di dalam buku Novel Yin Galema. Penulis Buku Novel ini menggambarkan memulut Burung Punai adalah melatih kesabaran.

Sisa hutan yang tumbuh di bekas kawasan tambang dan sekawanan Burung Punai terlihat di dalam Film Dokumenter yang di putar di Bandung Indah Plaza. Bagi para pengunjung Mall hal  ini sangat langka  dan belum pernah sebelumnya di hadirkan didalam Mall ini. Film durasi pendek karya Arzani ini adalah serangkaian Bedah Buku Yin Galema dimana buku ini mengangkat tentang kearifan lokal dan sejarah tradisi yang dibalut dengan cerita Putri Tiongkok yang menetap hidup di Negeri Balok Pulau Belitong.

Visualisasi pulau Belitung lewat serangkaian Photo-photo indah garapan dari Zikri juga memberikan warna-warni yang begitu indah. Di padukan dengan penjelasan-penjelasan Ian Sancin tentang Buku Novel Yin Galema. Pengunjung seolah-oleh terserat ke Pulau Belitung dengan menampilkan jejak-jejak lewat visualisasi peninggalan Dinasti Tang abad ke 9 dimana pulau Belitong adalah bagian dari Jalur Sutra kapal-kapal Cina ke Jazirah arab, Kapal-kapal ini tenggelam di perairan Pulau Belitong. Demikian juga alam pulau Belitong yang di tampilkan lewat visualisasi yang begitu indah melengkapi kekayaan Pulau ini dimasa lalu baik sejarah maritim maupun keindahan Negeri Balok Yang terpelihara.

Tidak hanya itu ulasan dari Ahda Imran pengamat Budaya dan Editor disalah satu Koran memberikan ulasan-ulasan hal yang menarik tentang sebuah Indentitas. Dikutif disalah satu Bab Novel Yin Galema “Telingaku adalah telinga Melayu namum pikiranku masih Tiongkok “. Hal ini bagi Ahda adalah hal yang menarik dimana sebuah Indentitas Diri kita terkadang perlu kita pertanyakan, Apakah mungkin Nenek Moyangnya kita dulu orang Cina atau negeri-negeri lainya. Novel Yin Galema seolah-oleh mengingatkan kita akan sebuah pertanyakan itu maka Kebhinekaan ini perlu kita bangkitkan kembali.

Diskusi Novel Yin Galema ini akan di Lanjutkan di Kota Jogjakarta pada tanggal 14 Oktober2009 di  Garden Cafe UNY (Universitas Negeri Jogjakarta)  dimana Novel Yin Galema akan di bedah secara luas terutama hubungan Pulau Belitong dengan Jawa di masa lalu lewat sebuah Kerajaan Balok di Novel Yin Galema di ceritakan Ki Gede Yakob Cakraningrat Pertama adalah Raja Belitong dari Pulau Jawa. ( Ki Agus Wahyudi )

Filed Under: Berita Kita



Komentar

Viagra | Adderall | Viagra Online | Levitra | Free Viagra | Cheap Viagra