Proses diam bukan berarti tiada gerak

Begalor.com Jakarta. Kesabaran itulah yang kini ditekuni oleh Raja Balok, Jika menggunakan panah kesabaran itu selalu dikalahkan oleh gerak mencari sasaran namum dengan memulut gerak gelisah selalu dikalahkan oleh diam, Proses diam bukan tidak berarti tiada bergerak namum gerakan menunggu menjadi gerak batin bukan lagi gerak phisik.

Paragrap Novel Yin Galema yang menceritakan adegan Raja Balok memulut Burung Punai di Pantai Punai Negeri Balok di bacakan oleh Kurnia Effendi yang juga moderator acara bedah buku dan Launching Yin Galema Jumat 23 oktober 2009 di MP Book Point Jakarta Selatan lalu. “Bahwa cerita sastra pada umumnya selalu menceritakan keadaan bathin dan pikiran yang diolah kedalam tulisan sehingga Imajenasi pun menjadi lebih luas sedangkan cerita Pop lebih terlihat aktifitas phisik yang di ceritakan didalam buku Novel”. Begitu ulas Kurnia disela-sela diskusi Novel Yin Galema

Launching Yin Galema ini terlihat dengan suasana keakraban dimana antara penulis novel Ian Sancin yang juga sebagai narasumber lebih banyak bercerita dari proses pembuatan buku novel ini yang begitu banyak menyita waktu pada saat pencarian data-data sehingga dari data-data inilah yang diolah menjadi sebuah bacaan yang menghanyutkan para pembaca dan secara tidak langsung mengetahui tentang budaya Adat Istiadat, Kuliner serta Sejarah Maritim.

Para yang hadir di acara tersebut Juga bertanya tentang hubungan Negeri Balok Pulau Belitung dengan Tumasik yang saat ini bernama Singapura yang  diungkapkan kembali lewat sebuah bacaan Novel, Hal ini cukup menarik ternyata hubungan dagang dengan Negeri Balok membuka tabir bahwa pulau-pulau kecil seperti pulau Belitung  bagian dari Nusantara ini mempunyai kekuasaan tersendiri di waktu itu.

Membaca Novel Yin Galema seperti memasuki sebuah pertualangan masalalu dimana cerita Pelayaran, Peti Harta Karun, Para Bajak Laut dan juga suasana Pelabuhan Tumasik serasa seperti melihat sebuah adegan Petualangan Yin Galema.

Demikian juga para peserta yang hadir lebih cenderung bertanya seputaran mistis di pulau Belitung yang telah terjaga berabad-abad lampau dan hal ini juga yang menjadikan Ian Sancin untuk memproses Novel keduanya lebih cepat yang saat ini semua data-datanya telah tersedia Novel kedua ini menceritakan antara perbedaan pandangan Cakraningrat ke empat Raja Balok yang membunuh Datuk Gunong Tajam karena perbedaan keyakinan ajaran Islam dari Jawa dan ajaran islam dari Samudra Pasai.“Namum semangat Yin Galema  masih tetap ada di Novel keduanya ini, Muatan Budaya Lokal Pulau Belitung masih terlihat dikemas diceritakan dengan bahasa yang indah”. Begitu menurut Ian.

Novel Yin Galema ini seakan-akan kembali mengingatkan bahwa Bangsa Indonesia yang kaya dengan berbagai suku dan adat istiadat tidak akan pernah habis digali dengan cara kreatif dalam bentuk sebuah Novel Sastra. ( Ki Agus Wahyudi )

Filed Under: Berita Kita



Komentar

Viagra | Adderall | Viagra Online | Levitra | Free Viagra | Cheap Viagra