Rangkaian Ritual Buang Jong
Begalor.com Suku laut yang berada di Pulau Belitung mempunyai ciri Khas tersendiri dalam upacara ritual kelautan untuk di ketahui masyarakat luas, bincang-bincang ( Begalor ) dengan sesepuh suku sawang Said Idris. mendapakan keterangan mengenai Ritual Buang jong ini.
Said Idris mengalorkan Peristiwa terjadinya buang Jong, Pada waktu angin ribut terjadilah gelombang laut yang tinggi maka beberapa orang dari suku laut terombang ambing dengan perahunya dilautan lepas tanpa ada bantuan, lapar dahaga serta putus asa dilautan membuat mereka pinsan didalam perahu hingga dikemudian hari mereka terdampar di sebuah gusong timur, dalam keadaan pingsan. Setelah sadar mereka melihat Jong kecil ( Perahu kecil ), Mereka juga melihat rumah kecil didaratan ( ancak ) Rumah itu dalam keadaan kosong dan mereka percaya bahwa mereka di selamatkan oleh dewa penguasa lautan dan daratan Kejadian itu terjadi di awal bulan Juli, Maka semenjak kejadian tersebut pada bulan juli mereka bersumpah untuk melakukan ritual Buang jong, Sebagai wujud syukur atas pengusa lautan dan daratan.
Ritual buang jong di awali dengan berasik ( memasuki alam gaib ) yaitu mengundang roh halus penguasa lautan untuk hadir di acara buang jong diawali sang pengundang kesurupan dan penguasa laut akan hadir di dalam Jong ( Perahu kecil ) di iringin dengan tarian ritual pancak silat untuk menghadapi perang lanun ( bajak laut ) Kemudian tarian ritual kuda gareng, tarian ini untuk menggalang roh halus supaya bermain dengan kuda gareng jadi tidak menyebar, Penari kuda gareng akan kesurupan.
Acara ritual dilanjutkan ke hutan untuk memanggil roh halus penguasa daratan dengan cara meraung mengundang untuk hadir dengan tarian Ancak.
Ancak berupa rumah kecil untuk roh halus penguasa daratan, Roh ini akan hadir didalam ancak yang akan di bawa ke gelanggang acara Buang Jong.
Ritual transaksi menjual Jong antara penguasa lautan dengan penguasa daratan terjadi,namum Jong tidak bisa di jual hanya bisa ditukar dengan isi dari lautan untuk para nelayan, agar para nelayan mendapatkan rezeki yang berlimpah, Penguasa laut setuju memberikan isi lautan kepada nelayan dengan syarat apabila penguasa lautan kedarat jangan dimusuhi oleh pengusa daratan, Transaksi selesai dan posisi haluan Jong diarahkan kelautan.
Malamnya ritual dilanjukan lagi dengan berasik mengundang roh halus untuk bermain ancak, dengan itungan penari harus ganjil terdiri dari 3,5,7 orang, hitungan ganjil ini sudah ketentuan dalam upacara Buang Jong dengan pengertian bahwa didunia ini terkadang manusia mendapatkan hal-hal yang ganjil diluar nalar manusia.
Tarian ancak ini hiburan penguasa daratan untuk penguasa lautan yang berada didalam jong. Para pemain ancak ini biasanya akan pingsan memasuki alam gaib hingga harus di bangunkan dengan matra dan air selase.
Ritual di lanjutkan dengan tarian jipung para penari akan menaiki menara yang terbuat dari kayu untuk melihat daratan menjemput putri yang di bawa burung sibang penari akan pingsan hingga dibangunkan dengan matra dan air selase. Dilanjutkan dengan tarian sibang gale, Kemudian mayang ampar mati buyung, Tarian ritual numbak duyung. Tarian mancing ikan, Perang lanun, Sambe gelumbang hingga tarian-tarian ini menjelang pagi dan berasik untuk mengantar para penguasa lautan untuk kembali ke laut lalu dilanjutkan penguasa daratan melarungkan jong perahu kecil ke lautan ( Buang Jong )
Didaratan dukun suku sawang akan mengibaskan selendang memberikan tanda penguasa roh didaratan untuk kembali ke hutan. dilanjutkan mandi besimbor dari masyarakat yang terlibat dalam upacara ritual ini, Mandi besimbor ini untuk menghilangkan kesialan dalam menjalani kehidupan hingga menjelang acara buang jong di tahun depan.
Ritual ditutup dengan berasik lagi oleh dukun dengan upacara bubur merah dan putih serta kunyit hal ini dilakukan untuk melihat secara gaib apakah jong sudah sampai pada pengusa lautan. ( Ki Agus Wahyudi )
Filed Under: Info Wisata





Komentar