Mansyur Seniman Grafis Murni
Dilahirkan di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan 27 Juli 1960. Namun ia tumbuh dan berkembang di Tanjungpandan, Belitung. Tahun 1981 masuk Institut Seni Indonesia Yogyakarta fakultas seni rupa jurusan seni rupa jurusan grafik. Di sela beberapa tahun tidak menempuh kuliah, Mansyur lulus tahun 1988.
Memiliki sejumlah penghargaan penting untuk seni grafik. Telah melakukan pameran sejak tengah tahun 1980 - an di Jakarta, Bali, Bandung, Ujung Pandang, Tanjungpandan sampai Jepang. Tahun 1998 pameran tunggal di Galeri linggar. Mansyur juga pernah terjun sebagai pengajar di Universitas Pembangunan Pancasila jurusan arsitektur. Pernah juga jadi art director di majalah Sportif.
Karya-karya grafik Mansyur yang dibuat dengan teknik cungkil harbot (hardboard cut), sedari awal memang memikat. Hal ini tak hanya lantaran secara teknik ia menguasai karena kualitas seni grafik. Salah satunya bertumpu pada teknik, namun juga pada kekayaan obyek yang digarapnya.
Mansyur dengan alat cungkilnya sanggup merekam apa saja yang ada disekitar masyarakat kita, baik yang biasa dilihat maupun yang nyaris tak terlihat.
Seperti padatnya rumah di perkampungan, meriahnya antena televisi yang menuding langit di seribu wuwungan, seriusnya seorang dalang memainkan lakon, sampai orang mabuk di warung pojok.
Sementara itu dalam warna, Mansyur terus menerapkan penemuannya yang mengasimilasi seni lukis dan seni grafik. Sebelum ia mencetakkan hasil cungkil harbotnya yang rumit itu dalam tahap final, kertas ia warnai dengan polesan ekspresif terlebih dahulu. Sehingga, dari motif grafik yang sama akan terhasilkan citra warna seni grafik yang berbeda.
Seni grafik memang belum menemukan momentum yang beruntung di tengah gelora seni rupa Indonesia yang di dominasi seni lukis. Namun karya-karya grafik Mansyur Mas’ud nampaknya tetap menghadirkan pesona yang tak kalah dengan karya seni rupa jenis apapun.
Galery Masyur
Pasar Seni Ancol
Jakarta Utara
Filed Under: Profil





Komentar